Tips Agar CV dan Resume On-line Sukses

Written by Mr. Endi on May 28, 2010 – 5:51 pm -

Sejalan dengan makin canggihnya perkembangan teknologi, maka lahir pula-lah cara-cara baru dalam melamar kerja. Salah satunya yang mungkin sudah tidak asing bagi kita adalah CV dan resume on-line! Pada dasarnya cara penulisan baik CV online maupun yang konvensional adalah sama. Namun ada beberapa tips jitu yang dapat kita terapkan agar dapat membuat CV dan resume online kita memiliki probability atau peluang yang lebih besar agar dilirik oleh perusahaan.

Pengiriman berkas-berkas lamaran kerja melalui email atau form aplikasi on line tertentu biasanya dilakukan dan diperlukan jika kita fokus melamar suatu lowongan kerja via internet. Setelah kita kirim berkas-berkas tersebut, mungkin memerlukan waktu yang cukup lama lagi agar terindex atau dilirik oleh perusahaan. Kalaupun dilirik, mungkin jumlah perusahaan yang menemukan dan membaca CV dan resume tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi yang sebelumnya diharapkan (tidak terlalu banyak)!

Read more »


Tags: , ,
Posted in Kerja | 2 Comments »

Menulis dengan Jujur Resume CV & Professional

Written by Mr. Endi on April 13, 2010 – 11:51 am -

Jika kita berbicara tentang dunia kerja terutama saat-saat kita melamar sebuah lowongan kerja, maka tak heran jika kita menemukan sebuah kompetisi yang cukup ketat agar kita terpilih menjadi pemenang (kecuali jika kita punya koneksi orang dalam tuch..he3x). Namun sangat disayangkan hal ini mendorong kita dapat menemui hal-hal yang tidak diinginkan seperti persaingan yang tidak fair, kecurangan, atau bahkan menemukan beberapa jenis resume yang ditulis dengan tidak jujur.

Hmmm… Tapia apa benar dengan memanipulasi sebuah resume dapat meningkatkan peluang untuk dapat lebih dilirik oleh perusahaan. Secara sepintas sih mungkin benar dapat memperbesar peluang tersebut, namun jika dilihat dalam jangka panjang hal tersebut justru dapat merugikan pihak pelamar itu sendiri. Pemanipulasian sebuah resume dan CV yang umum sering terjadi biasanya meliputi; skill yang dimiliki, pengalaman, sertifikat, fasih dalam berbahas inggris atau tidak dan bahkan tingkat pendidikan (walaupun hal yang satu ini sangat susah untuk dimanipulasi, kalaupun bisa biasanya pasti ngeluarin duit yang lumayan banyak pastinya he3).

Memang dibenarkan jika kita harus mengoptimalkan marketing tentang kemampuan yang kita miliki dan menulisnya dengan semenarik mungkin, namun jika dengan melakukan penipuan kayaknya ngak dibenerin tuch! Ingat pepatah lama sepandai-pandainya kelinci meloncat pasti jatuh juga (bener gak yah pepatah ini? he3x…).

Anggap simple aja dech, logikanya begini jika kita menulis resume dengan tidak jujur maka kita sudah membohongi diri sendiri dan tidak percaya akan kemampuan diri sendiri yang telah dimiliki. Yang harus diingat adalah jika kita melakukan hal ini malah sebenarnya kita akan membuat diri kiat jatuh ke dalam jurang resiko yang mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Jika kita mengetahui betul bahwa sebenarnya tidak ada bisnis dan usaha atau sesuatu hal yang dapat dilakukan dengan instant, maka hal ini juga berlaku ketika melamar kerja (diperlukan kerja keras tentunya).

Sebagai informasi tambahan nih, banyak kok perusahaan yang sudah pintar melakukan check ulang tentang background si pelamar (walaupun sudah pasti diterima kerja), dan kalau ketahuan sudah pasti terbayang kan resikonya.

Pengecekan ulang tersebut juga terkadang dilakukan jika kita mengajukan untuk promosi, baik itu kenaikkan gaji atau kenaikkan jabatan. Lagi pula pasti ketahuan-kan tingkat kemampuan seorang karyawan jika telah terjun ke dunia kerja sebenarnya yang kemudian dapat dibandingkan dengan resume cv riwayat yang pernah ditulis dan ketika dulu melakukan wawancara bagaimana!

Nah oleh karena itu lebih baik jujur dari pada membohongi diri sendiri dengan menulis resume cv dengan tidak jujur. Berikut ini ada beberapa tips tambahan agar kita dapat menulis resume cv dengan jujur dan terhindar dari godaan untuk melakukan manipulasi:

  1. Usahakan untuk meng-eksplore lebih dalam kemampuan special yang kita miliki yang mungkin akan susah ditemukan pada diri calon pelamar lainnya. Kemampuan terpendam tersebut dapat berupa kepribadian diri kita, kebiasaan kita, pengalaman positif atau mungkin kebiasaan kecil sehari-hari tapi bersifat positif seperti memiliki kebiasaan bangun pagi, datang ke kantor on time, kerja keras dan lain-lain.
  2. Tulis jenjang pendidikan yang pernah di jalani dalam format yang lebih menarik. Menarik disini bukan berarti memanipulasi data, tapi tulis dalam resume dengan jujur dengan menggunakan flow chart agar dapat dibaca lebih jelas misalnya. Yang terpenting dalam hal ini buat tulisan semenarik mungkin tapi tapi tetap jujur dan tetap professional.
  3. Jika memang kita tidak memiliki life-skill yang dapat diandalkan dalam dunia kerja, maka tidak ada salahnya jika memungkinkan, kita mengikut short training untuk memperkaya skill kita seperti kursus intensive bahasa inggris, mengikuti seminar yang membangun sikap profesional kita dan lain-lain. Hal ini perlu diperhatikan karena faktanya susah loeh mendapatkan sebuah pekerjaan dengan hanya mengandalkan title semata tanpa ada nilai lebih yang lain!
  4. Kemudian mengenai penulisan negoisasi gaji, sebaiknya kita melakukan survey terlebih dahulu berapa rata-rata gaji kerja dari posisi yang kita lamar. Menulis gaji yang terlalu tinggi dapat membuat perusahaan berpikir kita terlalu senior atau mahal yang dapat membebani keuangan perusahaan, namun jika menuliskan jumlah gaji yang terlalu rendah maka kemungkinan kita akan dianggap tidak berkualitas dan kurang berpengalaman.

Tags: , , ,
Posted in Kerja | 1 Comment »

Hal Penting Ketika Menulis Resume Pekerjaan!

Written by Mr. Endi on February 11, 2010 – 8:05 pm -

Sebuah survey yang di publish di harian nasional Kompas menyebabutkan bahwa hanya 1 persen dari masyarakat Indonesia yang memiliki jiwa wirausaha. Oleh karena itu tidak heran jika sangat sulit untuk mendapatkan sebuah pekerjaan untuk seperti zaman sekarang ini. Oleh karena itu, ditengah sulitnya untuk mendapatkan lowongan kerja seperti sekarang ini, tentunya membuat pelamar kerja harus exstra cerdas dan memiliki ide brilliant dalam memanfaatkan peluang yang ada disekitar dalam berburu pekerjaan yang diinginkan.

Salah satu yang harus diperhatikan adalah dengan menulis resume lowongan kerja yang diincar adalah dengan cara menulis benar dan menarik. Tapi sangat disayangkan, terlepas dari begitu pentingnya penulisan tersebut, masih banyak pelamar yang melakukan kesalahan dalam menulis resume dan surat lamaran kerja tersebut sehingga mengurangi tingkat probabilities untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.

Baik, berikut ini adalah beberapa hal penting yang sudah sepatutnya harus diperhatikan agar dapat menulis surat, CV dan resume pekerjaan dengan benar:

  1. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini urutan langkah penyusunan yang benar dari sebuah resume yaitu: Identitas diri (sebisa mungkin sebaiknya juga mencantumkan email kita) => Jenjang pendidikan ( berisi tentang jenjang pendidikan formal dan non-formal yang diikuti) => Kemampuan yang dimiliki (hal ini biasanya sebagai nilai tambah dari diri kita, oleh karena itu sebaiknya menuliskan kemampuan-kemampuan yang dimiliki dan berkaitan dengan bidang tempat perusahaan yang kita lamar => Pengalaman kerja (untuk fresh graduate biasanya bisa di-skip saja bagian ini, namun jika ada jangan lupa mencantumkan jenis pekerjaan dan jabatan yang terakhir) => Referensi kerja jika ada (hal ini adalah referensi orang-orang yang dapat di hubungi oleh perusahaan untuk mengenal lebih jauh tentang kepribadian kita dari sudut pandang orang yang lain yang telah cukup mengenal kita).
  2. Perhatikan jenis huruf, kertas dan dokumen penunjang lainnya. Untuk kertas sangat dianjurkan jangan menggunakan kertas bewarna, tapi kertas putih polos agar terkesan formal, professional, dan tulisan lebih mudah dibaca! Kemudian gunakan jenis huruf front yang standard dan resmi seperti times new roman. Jangan lupa mencantumkan foto yang terbaru dari diri kita. Cek kembali semua dokumen pendukung seperti transkrip nilai, foto copy ijazah dan lain-lain. Sebagai tips tambahan, jika perusahaan yang menyediakan lowongan tidak mewajibkan melampirkan transkrip nilai, maka sebaiknya jangan dilampirkan (terutama bagi yang nilainya jelek yah!), karena CV dan resume adalah langkah awal untuk menarik perusahaan mengenal kita lebih jauh. Jadi sebaik mungkin buat mereka penasaran ingin mengenal kita lebih jauh lagi dong…!
  3. Buat tulisan dengan bahasa baku dan menarik ketika dibaca dan mudah untuk dipahami. Usahakan jangan membuat CV lebih dari 2 hal. Namun jika tidak memungkinkan maka sebaiknya jangan sampai lebih dari 3 hal. Khusus untuk surat dan resume kerja harus 1 hal yah sebaiknya! Dan jangan lupa untuk jujur dan jangan bohong terhadap tulisan yang kita buat diatas kertas tersebut, karena hal itu akan menjadi boomerang jika kita langgar! Misal kalau memang kemampuan bahasa inggris kita bisa hanya pasif, maka jangan ditulis aktif yah!

Tags: , , , ,
Posted in Kerja | No Comments »
RSS