Posts Tagged ‘lowongan kerja’
Mitos Seputar Surat Lamaran Kerja
Written by Mr. Endi on January 4, 2010 – 7:10 pm -Sebagaimana kita ketahui bersama, surat lamaran kerja adalah satu jembatan penting yang menghubungkan pelamar dengan posisi lowongan kerja yang diinginkan. Surat lamaran kerja juga sangat mempengaruhi apakah perusahaan tersebut tertarik dengan diri kita atau tidak, untuk awalnya.
Walaupun peranannya sangat vital pada awal mula kita melamar kerja, namun tidak ada akhir jika tidak ada awal dan jika surat lamaran kerja kita ditolak maka 100 persen jenis lowongan kerja yang kita inginkan tersebut akan berlalu.
Saking pentingnya peranan surat lamaran kerja ini, maka semakin banyak kegelisahan yang menghinggapi para pelamar saat menulis surat tersebut, sehingga tak jarang malah terjerumus pada mitos seputar surat lamaran kerja yang belum tentu benar akan kebenarannya, berikut ini adalah beberapa mitos tersebut:
- Surat lamaran tersebut sangat menentukan apakah kita diterima atau tidaknya! Memang benar surat lamaran yang baik dapat menjadi iklan yang positif bagi perusahaan, tapi tidak menentukan 100 persen kita diterima. Hal dasar yang perlu kita perhatikan ketika menulis surat lamaran adalah menarik, sederhana dan membuat yang membacanya penasaran untuk melihat kemampuan dari diri kita.
- Hanya pelamar yang memiliki pengalaman dan latar belakang pendidikan yang baik untuk mendapatkan posisi lowongan yang ditawarkan? Memang benar hal itu menjadi salah satu pertimbangan dalam proses pe-rekrutan, namun hal tersebut bukanlah segala-galanya, karena masih banyak faktor lain yang dipertimbangkan seperti sikap interaksi kita, disiplin, produktivitas, gairah kerja, penampilan kita dan yang terpenting adalah penilaian apakah kita capable dan sesuai dengan lowongan yang disediakan. Nah… Oleh karena itu tidak heran pelamar yang menjanjikan di atas kertas malah tidak berhasil mendapatkan lowongan kerja yang baru diincar.
- Tidak memiliki relasi di tempat perusahaan yang diincar, faktor keberuntungan, dan faktor lainnya? Hei jangan minder gitu, kita jangan punya mental tempe! Yang benar adalah keberuntungan akan selalu ada pada orang yang memiliki tujuan yang jelas dengan diikuti detail rencana tindakan, pantang menyerah dan usaha yang kuat.
- Surat lamaran yang detail (panjang) bagus, hal ini berguna untuk menghemat waktu wawancara? Hmm… Kita harus tahu bahwa sudah menjadi rahasia umum bahwa surat lamaran kerja, cv, dan resume yang kita kirim rata-rata hanya dibaca sekitar kurang dari 1 menit. Oleh karena itu sebisa mungkin kita membuatnya padat, jelas, dan menarik bagi yang membancanya!
- Menyebutkan besar kecilnya salary atau gaji dengan tepat? Ini juga mitos yang keliru, karena pada dasarnya perusahaan akan membicarakan gaji yang diberikan dengan serius dengan kita, jika perusahaan benar-benar telah tertarik dengan kemampuan kita (kecuali dalam iklan lowongan telah di publish berapa salary atau gaji yang ditawarkan!). Dan hal ini biasanya dapat didiskusikan lebih lanjut jika kita telah diterima.
- Menggunakan kata-kata penutup yang berbunyi “Saya menanti khabar dari Anda”? Ingat walaupun umumnya pelamar (apalagi fresh graduate) kelihatan jobless, maka tidak seharunya kita membiarkan orang lain mengambil inisiatif terhadap lowongan kerja yang kita incar. Lebih baik kita mengambil sikap inisiatif, seperti missal menulis kalimat penutup sbb; “Berkenaan akan beberapa pertanyaan yang ingin disampaikan, saya berkenan untuk melepon Bapak hari ___ jam ____ atau saya juga berkenan untuk mengadakan pertemuan pribadi”. Dengan mengambil sikap inisiatif, selain dapat menunjukkan keseriusan kita, juga dapat menghilangkan kesan jobless dari pribadi kita. Tapi ingat lakukan dengan sopan, wajar dan tidak terlalu memaksa. Intinya lakukan inisiatif aktif jangan malah sebaliknya.
- Semakin banyak surat lamaran yang dikirim semakin bagus untuk memperbesar peluang mendapatkan pekerjaan tersebut? Salah! Yang benar semakin baik kita melakukan follow up (diusahakan dalam batas wajar) semakin baik dan memperbesar peluang kita untuk mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan tersebut. Follow up dapat dilakukan melalui telepon, email, atau datang langsung ke perusahaan tersebut. Jangan lupa juga untuk menggunakan amplop dengan warna yang tidak konvensional sehingga surat lamaran kita memiliki peluang untuk terbaca lebih awal.
Tags: Kerja, lowongan kerja, mitos, Surat lamaran kerja
Posted in Kerja | No Comments »
Penyediaan Lowongan Kerja di Indonesia dan China
Written by Mr. Endi on December 20, 2009 – 12:01 am -Sebagaimana kita ketahui bersama beberapa tahun terakhir ini China bersama India adalah dua Negara yang memiliki andil besar dalam menumbuhkan perekonomian dunia terutama di kawasan Asia. Dalam laporan terakhir yang dikutip dari Kompas, dalam surat kabar lokal di China diberitakan bahwa pada kisaran sepuluh bulan pertama pada tahun ini (tahun 2009), diberitakan bahwa pemerintah China berhasil memnuhi target dalam mencapai penyediaan angka lowongan kerja yang baru. Bahkan diberitakan angka tersebut melampaui dari angka yang ditarget sebelumnya oleh pemerintahan China. Hal ini tentu menjadikan banyak pengamat ekonomi menilai bahwa suatu hal positif yang merupakan indikasi kenaikkan perekonomian nasional, setelah beberapa waktu lalu sempat ikut terporosok bersama dengan datangnya badai kriris ekonomi global.
Menurut berita yang diambil dari pemberitaan lokal tersebut (Xinhua yang mengutip dari dari Departemen SDM dan Jaminan Sosial China), penyediaan lowongan kerja yang baru adalah mencapai angka hingga 9,4 juta lowongan kerja yang baru. Dimana lowongan kerja baru tersebut tersebar di berbagai wilayah kota di China. Target penyediaan tempat kerja baru yang dirilis oleh pemerintahan China sebelumnya adalah 9 juta. Sehingga diperkirakan sekitar 4,4 juta jumlah orang yang mengalami pemutusan hubungan tenaga kerja selama krisis dunia telah menemukan kembali pekerjaan baru selama periode dari bulan Januari hingga bulan Oktober tahun 2009 ini. Hal ini mengidikasikan bahwa sudah 88 % dari angka 5 juta penyediaan lowongan kerja baru telah mampu direalisasikan oleh pemerintahan China.
Pemerintahan China sendiri memperkirakan bahwa ada sekitar 20 juta tenaga kerja yang mengalami pemutusan hubungan tenaga kerja terutama hal ini lebih sering terjadi pada tingkat tenaga kerja migran. Oleh karena itu tidak heran jika pemerintahan China memprioritaskan untuk menciptakan lowongan kerja baru hingga mencapai angka 24 juta pekerjaan, tentunya hal ini salah satunya direalisasikan dengan cara memberikan stimulus dengan anggaran yang tidak sedikit. China sendiri walaupun pertumbuhan ekonominya masih tergolong positif, namun tetap saja banyak pabrik terkemuka di China memangkas dan memecat tenaga kerjanya (PHK) secara besar-besaran selama krisis dunia menerpa negeri tirai bambu tersebut.
Hal yang kurang lebih sama juga terjadi dibeberapa daerah di tanah air, namun yang berbeda adalah cara penanganan yang terlalu lama sehingga menyebabkan keadaan yang tidak pasti dan tidak terlalu banyak membantu dalam penciptaan lowongan kerja baru. Indonesia sendiri sebenarnya termasuk Negara yang positif dalam menghadapi krisis dunia selama tahun 2009 ini, dilain pihak banyak Negara yang merah (negatif) pertumbuhan ekonominya, namun Indonesia masih memperlihatkan tren yang positif dalam pertumbuhan ekonomi. Namun hal ini tidak menjadikan serta merta permasalahan dalam penyediaan lowongan kerja berjalan dengan lancar seperti yang sering dibicarakan oleh berbagai partai sewaktu kampanye.
Sayangnya pertumbuhan ekonomi Indonesia selama kurun waktu 5 tahun terakhir termasuk tahun 2009 masih berseifat terlalu makro. Sehingga dalam kenyataan yang sebenarnya dirasakan oleh rakyat kecil masih jauh panggang dari apinya. Salah satu contoh kasus yang di kutip dari Kompas, jumlah pengangguran di Provinsi Gorontalo bertambah mencapai 12,47 persen selama dalam kurun waktu tahun 2009 ini. Banyak hal dan faktor yang harus dikaji agar pertumbuhan ekonomi memiliki kualitas yang lebih baik, selain pemertintah sebagai birokrasi yang sangat vital menentukan kebijakan arah pembangunan, juga diperlukan peran aktif masyarakat (terutama golongan generasi muda yang seharusnya memiliki jiwa kerirausahaan, bukan hanya sekedar mencari pekerjaan saja).
Tags: krisis ekonomi dunia, lowongan kerja, lowongan kerja China, lowongan kerja di Indonesia
Posted in Berita | No Comments »
Mengundurkan Diri dari Pekerjaan
Written by Mr. Endi on October 23, 2009 – 4:29 am -
Terkadang jika kitas menemukan suatu lahan lowongan pekerjaan yang lebih baik dari pada tempat kerja kita sekarang, maka keinginan untuk pindah kian menjadi-jadi. Sebagian besar orang menganggap untuk keluar dari suatu pekerjaan adalah suatu hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Tentu hal pasti juga mengingatkan kita bahwa sewaktu sedang cari lowongan kerja juga hal yang tidak mudah karena kita sudah juga berusaha keras untuk mendapatkan lowongan kerja tersebut.
Tags: lowongan kerja, lowongan pekerjaan, mengundurkan diri dari pekerjaan, penguduran diri dari pekerjaan, pengunduran diri, surat pengunduran diri
Posted in Kerja | 1 Comment »



