Penyediaan Lowongan Kerja di Indonesia dan China

Written by Mr. Endi on December 20, 2009 – 12:01 am -

Sebagaimana kita ketahui bersama beberapa tahun terakhir ini China bersama India adalah dua Negara yang memiliki andil besar dalam menumbuhkan perekonomian dunia terutama di kawasan Asia.  Dalam laporan terakhir yang dikutip dari Kompas, dalam surat kabar lokal di China diberitakan bahwa pada kisaran sepuluh bulan pertama pada tahun ini (tahun 2009), diberitakan bahwa pemerintah China berhasil memnuhi target dalam mencapai penyediaan angka lowongan kerja yang baru. Bahkan diberitakan angka tersebut melampaui dari angka yang ditarget sebelumnya oleh pemerintahan China. Hal ini tentu menjadikan banyak pengamat ekonomi menilai bahwa suatu hal positif yang merupakan indikasi kenaikkan perekonomian nasional, setelah beberapa waktu lalu sempat ikut terporosok bersama dengan datangnya badai kriris ekonomi global.

Menurut berita yang diambil dari pemberitaan lokal tersebut (Xinhua yang mengutip dari dari Departemen SDM dan Jaminan Sosial China), penyediaan lowongan kerja yang baru adalah mencapai angka hingga 9,4 juta lowongan kerja yang baru. Dimana lowongan kerja baru tersebut tersebar di berbagai wilayah kota di China. Target penyediaan tempat kerja baru yang dirilis oleh pemerintahan China sebelumnya adalah 9 juta. Sehingga diperkirakan sekitar 4,4 juta jumlah orang yang mengalami pemutusan hubungan tenaga kerja selama krisis dunia telah menemukan kembali pekerjaan baru selama periode dari bulan Januari hingga bulan Oktober tahun 2009 ini. Hal ini mengidikasikan bahwa sudah 88 % dari angka 5 juta penyediaan lowongan kerja baru telah mampu direalisasikan oleh pemerintahan China.

Pemerintahan China sendiri memperkirakan bahwa ada sekitar 20 juta tenaga kerja yang mengalami pemutusan hubungan tenaga kerja terutama hal ini lebih sering terjadi pada tingkat tenaga kerja migran. Oleh karena itu tidak heran jika pemerintahan China memprioritaskan untuk menciptakan lowongan kerja baru hingga mencapai angka 24 juta pekerjaan, tentunya hal ini salah satunya direalisasikan dengan cara memberikan stimulus dengan anggaran yang tidak sedikit. China sendiri walaupun pertumbuhan ekonominya masih tergolong positif, namun tetap saja banyak pabrik terkemuka di China memangkas dan memecat tenaga kerjanya (PHK) secara besar-besaran selama krisis dunia menerpa negeri tirai bambu tersebut.

Hal yang kurang lebih sama juga terjadi dibeberapa daerah di tanah air, namun yang berbeda adalah cara penanganan yang terlalu lama sehingga menyebabkan keadaan yang tidak pasti dan tidak terlalu banyak membantu dalam penciptaan lowongan kerja baru. Indonesia sendiri sebenarnya termasuk Negara yang positif dalam menghadapi krisis dunia selama tahun 2009 ini, dilain pihak banyak Negara yang merah (negatif) pertumbuhan ekonominya, namun Indonesia masih memperlihatkan tren yang positif dalam pertumbuhan ekonomi. Namun hal ini tidak menjadikan serta merta permasalahan dalam penyediaan lowongan kerja berjalan dengan lancar seperti yang sering dibicarakan oleh berbagai partai sewaktu kampanye.

Sayangnya pertumbuhan ekonomi Indonesia selama kurun waktu 5 tahun terakhir termasuk tahun 2009 masih berseifat terlalu makro. Sehingga dalam kenyataan yang sebenarnya dirasakan oleh rakyat kecil masih jauh panggang dari apinya. Salah satu contoh kasus yang di kutip dari Kompas, jumlah pengangguran di Provinsi Gorontalo bertambah mencapai 12,47 persen selama dalam kurun waktu tahun 2009 ini. Banyak hal dan faktor yang harus dikaji agar pertumbuhan ekonomi memiliki kualitas yang lebih baik, selain pemertintah sebagai birokrasi yang sangat vital menentukan kebijakan arah pembangunan, juga diperlukan peran aktif masyarakat (terutama golongan generasi muda yang seharusnya memiliki jiwa kerirausahaan, bukan hanya sekedar mencari pekerjaan saja).


Tags: , , ,
Posted in Berita | No Comments »
RSS