Pertumbuhan ekonomi yang fluktuatif

Written by Mr. Endi on February 16, 2009 – 7:23 am -

Memang tidak mudah menentukan kebijakan target pertumbuhan ekonomi pada tahun ini. Banyak faktor eksternal yang bagaikan tembok kokoh yang susah di rubuhkan. Cilakanya faktor eksternal tersebut bukannya membantu, melainkan sebaliknya menjatuhkan. Salah satu faktor eksternal yang sangat mengganggu kerja roda ekonomi adalah pergerakan harga minyak dunia yang masih riskan dan cenderung melambung lebih tinggi dari harga semula.Keadaan semakin parah di tambah dengan pemilu 2009 yang membuat pemerintah lupa diri dan terlalu optimis terhadap target kebijakan yang di ambil tanpa melihat dan menimbangkan secara matang dengan keadaan yang ada di lapangan. Sehingga target ekonomi yang di janjikan dan diputuskan terlalu tinggi. Adapun asumsi perumbuhan ekonomi dalam RAPBN pada awal Ferbruari yang lalu adalah sebagai berikut: Pertumbuhan ekonomi diyakini masih bisa mencapai 6,8%, harga minyak US$80 per barel, juga inflasi masih bisa ditekan pada kisaran 6%. Selain itu, pemerintah amat yakin ekspor dan investasi kita tidak begitu terimbas oleh resesi di Amerika Serikat. Oleh karena itu, pantas kebanyakan pengamat ekonomi mengatakan RAPBN awal februari tersebut adalah bagaikan mimpi di siang bolong.

Sebenarnya sebelum kebijakan itu di ambil, sudah banyak kalangan yang terkait sudah menyerukan agar membuat keputusan yang realities dan jangan menganggap resesi ekonomi di Amerika Serikat khususnya dan dunia umumnya jangan di anggap tidak serius dan di kesampingkan. Oleh karena itu tidak heran jika baru dua pekan dari selang RAPBN awal februari tersebut, pemerintah kembali mengubahnya! Perubahan asumsi tersebut adalah dengan memangkas pertumbuhan ekonomi dari 6,8% menjadi 6,4%. Harga minyak mencapai US$83 per barel, dan inflasi 6,5%. Cilakanya perubahan dan revisi kembali APBN tidak berhenti di situ, hal ini mungkin sebagai awal mula gejolak tarik ulur revisi APBN. Buktinya selasa (4/3) sejumlah target dipangkas kembali. Target ekspor diturunkan dari 12,7% menjadi 10,5%, target investasi dipangkas menjadi 12,3% dari rencana semula 15,5%. Suatu target yang tentunya jika diibaratkan negara ini adalah suatu perusahaan, maka tanda-tanda bangkrutnya perusahaan tersebut sudah sangat kelihatan bobroknya. Dan jika tidak berhati-hati, perusahan tersebut akan gulung tikar alias gatot (gagal total) dan dinyatakan bangkrut! Lebih lanjut pemerintah memaparkan alasannya target nilai ekspor di turunkan karena resesi Amerika membuat negara itu memangkas impor. Padahal, Amerika merupakan negara tujuan ekspor yang sangat besar bagi Indonesia. Suatu alasan yang sudah di perkirakan sebelumnya.

Sehingga dapat di katakan sebuah kesadaran dan reaksi terlalu lamban dan dapat di bilang sudah terlambat karena faktanya guncangan resesi sudah berimbas ke Tanah Air. Itu bisa dilihat dari terus merangkaknya harga-harga komoditas pangan sehingga hanya dalam dua bulan inflasi kita sudah mencapai 2,42%. Suatu angka yang bisa menurunkan jumlah lowongan kerja yang baru. Inflasi ini perlu di tangani segera agar tidak terlalu merangkak naik lagi, karena dengan rata-rata pekerjaan masyarakat dengan penghasilan kurang menjanjikan dan memuaskan, sementara harga kebutuhan hidup lainnya terus naik maka akan menimbukan efek gejolak sosial yang negative secara signifikan. Menentukan dan membuat asumsi dan target yang realistis dan sesuai dengan prosedur adalah pencerminnan dari sejauh tingkat mana pemerintah siap dan mengetahui tentang adanya masalah besar yang menghadang. Oleh karena itu, perencanaan anggaran yang matang akan memberikan panduan yang jelas ke arah mana prioritas kerja ekonomi tahun ini 2008 akan digerakkan dan di arahkan. Permberlakuan revisi APBN yang berulang kali telah mengindekasikan bahwa pemerintah kurang siap dan kurang faham betul mengenai arah pembangunan pada tahun ini akan di arahkan. Terlepas dari faktor eksternal yang mengganngu, bongkar pasang target yang dilakukan berkali-kali dan hanya dalam hitungan hari tetap menunjukkan pemerintah tak paham arah dan indikasi kurang siap mengantisipasi terhadap kemungkinan terburuk seperti krisis moneter 1997-1998.

Bookmark and Share

Lowongan Kerja Via Internet 

Dapatkan pekerjaan dengan penghasilan
hingga US$ 3000 DOLAR atau Rp 30 Juta /Bulan dari Blog Sederhana Bahkan Lebih Jika Anda Mau Serius!

Anda BISA jika tahu caranya .... !!
---- >> Jika anda ingin mengetahui caranya ? << ----

=============
LANGKAH 1
=============

Silahkan mengisi data diri Anda dengan mengklik link dibawah ini dan dapatkan e-book "Hunting Jobs versi Bahasa Indonesia" seharga 'Rp 31.700,00' secara cuma-cuma (GRATIS)

Clik di Sini!

 

=============
LANGKAH 2
=============

Akan dijelaskan di halaman berikutnya setelah Anda mengisi data diri Anda dan melakukan pendaftaran pada 'Langkah 1'


Posted in Berita | No Comments »

Leave a Comment

Maaf komentar yang bertujuan hanya untuk mencari backlink semata tidak akan di approve! Oleh karena itu harap memberikan komentar dengan baik, terimakasih

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

RSS