Kelestarian hutan tetaplah utama

Written by Mr. Endi on February 17, 2009 – 6:44 pm -

Di tengah era industri yang semakin meningkat membuat segala hal membutuhan hal yang tentunya ekstra pula. Termasuk dalam ekplorasi sumber daya hutan yang kian tak terkendali. Sejak diberlakukannya sistem perizinan HTI, perusakan hutan kian menjadi. Kerusakan itu seperti borok yang sangat susah untuk dicarikan obatnya. Begitu kompleknya permasalahan ini membuat persoalan ini hingga sampai saat ini masih belum terselesaikan. Kita tentunya setuju, dengan juga mempertimbangkan semua kepentingan yang terlibat di dalamnya, namun fungsi utama hutan sebagai penompang dan penyeimbang ekosistem alam yang tidak boleh diabaikan dan hendaknya tetap menjadi tujuan utama yang tidak tergantikan. Hutan sendiri peranannya sangat banyak dalam menjaga lingkungan kita agar tetap bersahabat dengan alam. Kekayaan alam Indonesia sangatlah mengagumkan, dan hal itu bukan hanya menjadi isapan jempol semata jika dikelola dengan baik dan di perdayakan secara efktif dan bijak.


Lalu apakah demi menjaga kelangsungan dan kelestarian hutan, lantas hutan tidak boleh di jamah dan tidak dimanfaatkan? Pendapat dan pertanyaan seperti ini adalah sesuatu yang dapat dikatakan sebagai sesuatu yang dilema sekaligus pertanyaan yang tidak dapat dibenarkan. Untuk kedepannya sebaiknya hutan dapat dikelola dengan baik, sehingga keadaan ideal bagi fungsi suatu hutan dapat tercapai. Pada dasarnya tujuan dari fungsi utama pada saat ini adalah fungsi kelestarian dan fungsi ekonomi. Seperti dijelaskan sebelumnya, dalam aspek kelestarian, hutan dapat menjaga agar kesetimbangan ekosistem dapat terwujud. Terlebih lagi seperti yang sering di tekankan oleh pemerhati lingkungan hidup, tentang bahayanya efek global warming. Dengan adanya hutan yang terjaga dengan baik dapat membantu dan mengurangi efek global warming tersebut. Hal itu tentunya sesuai dengan tujuan dari Konferensi PBB mengenai Perubahan Iklim di Nusa Dua, Bali, Desember 2007 yang lalu, dan jadikan hal ini sebagai momentum bagi Indonesia untuk tinggal landas dari eksploitasi hutan alam secara membabi buta. Kemudian untuk fungsi keduanya yang tidak kalah pentingnya yaitu nilai ekonomi. Usaha bidang kehutanan memberikan kontribusi terutama pada ekonomi lokal, ekonomi daerah, termasuk penyedian lowongan kerja yang jumlahnya sangat menjanjikan.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya untuk memastikan bahwa upaya menjaga kelestarian bisa mencapai tujuan kesejahteraan rakyat disekitarnya adalah sebagai landasan utama. Departemen kehutanan menyebutkan bahwa dari 120 juta hektar kawasan hutan yang ada, hutan produksi seluas 63,35 juta hektar, 33,5 juta hektar hutan lindung, dan 20,5 juta hektar di antaranya adalah hutan konversi. Selain itu pemerintah menyatakan bahwa laju kerusakan hutan telah mengalami penyusutan dari 2,3 juta hektar per tahun pada tahun 1997-2000 menjadi sekitar 1,08 juta hektar per tahun pada 2000-2006. Jika di tinjau dari data tersebut, tentunya usaha untuk menanggulangi ilegal logging telah membuahkan hasil, walaupun masih belum maksimal. Karena hal tersebut baru sekian persen saja dari kerusakan yang telah terjadi. Sebenarnya pemanfaatan hutan untuk ke depannya tidak hanya mengutamakan pengolahan kayu, namun masih banyak potensi hutan selain kayu yang dapat dimanfaatkan. Salah satu contonya adalah langkah lembaga swadaya masyarakat Burung Indonesia. Lembaga tersebut fokus pada konservasi satwa burung, hal itu tentunya patut ditiru dan dikembangkan. Dengan dukungan Royal Society for the Protection of Birds (RSPB) dan BirdLife International yang berbasis di London (United Kingdom), Burung Indonesia membentuk PT Restorasi Ekosistem (Reki), dan memohon IUPHHK ke Dephut sejak 2001. Kemudian dengan jumlah hutan Indonesia yang sangatlah besar (terbesar ke-2 di dunia setelah Brazil), sebenarnya potensi ini dapat dimanfaatkan bagi kita untuk mengoptimalkan dalam perdagangan karbon, dimana tujuan utama dari perdagangan karbon itu sendiri untuk mengurangi efek global warming. Semakin tingginya animo kesadaran tentang kelestarian hutan, maka akan mendongkrak nilai jualnya dimassa depan, dan hal ini merupakan peluang besar yang harus diambil oleh Indonesia sebagai investasi yang amat prospektif dimassa depan.



Bookmark and Share



Posted in Artikel | No Comments »

Leave a Comment

Maaf komentar yang bertujuan hanya untuk mencari backlink semata tidak akan di approve! Oleh karena itu harap memberikan komentar dengan baik, terimakasih

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word



Artikel Menarik Lainnya: SERTIFIKAT digital, manfaat internet dalam bidang bisnis, hal - hal penting dalam interview, membangun hubungan dengan pelanggan, tips pelanggan supaya puas, menghadapi rekan kerja yang lebih senior, cara melamar kerja via email, cara promosi manajemen, cara bermain reksadana, pekerjaan orang kaya

RSS