Archive for the ‘Kerja’ Category
Tips Agar CV dan Resume On-line Sukses
Written by Mr. Endi on May 28, 2010 – 5:51 pm -Sejalan dengan makin canggihnya perkembangan teknologi, maka lahir pula-lah cara-cara baru dalam melamar kerja. Salah satunya yang mungkin sudah tidak asing bagi kita adalah CV dan resume on-line! Pada dasarnya cara penulisan baik CV online maupun yang konvensional adalah sama. Namun ada beberapa tips jitu yang dapat kita terapkan agar dapat membuat CV dan resume online kita memiliki probability atau peluang yang lebih besar agar dilirik oleh perusahaan.
Pengiriman berkas-berkas lamaran kerja melalui email atau form aplikasi on line tertentu biasanya dilakukan dan diperlukan jika kita fokus melamar suatu lowongan kerja via internet. Setelah kita kirim berkas-berkas tersebut, mungkin memerlukan waktu yang cukup lama lagi agar terindex atau dilirik oleh perusahaan. Kalaupun dilirik, mungkin jumlah perusahaan yang menemukan dan membaca CV dan resume tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi yang sebelumnya diharapkan (tidak terlalu banyak)!
Tags: CV, resume, resume on line
Posted in Kerja | 2 Comments »
Melamar Lowongan Kerja dengan Cerdas!
Written by Mr. Endi on May 10, 2010 – 1:51 pm -“Banyak jalan menuju roma”, … Yah itulah salah satu kalimat yang mungkin sudah sering kita dengar untuk meraih atau mencapai tujuan yang kita rencanakan. Hal ini juga berlaku dalam dunia kerja seperti mulai dari bagaimana caranya memperoleh jenis pekerjaan yang diinginkan hingga pada tahap perencanaan dimana agar dapat mengembangkan karir dengan sukses dan cemerlang.
Mungkin sudah menjadi rahasia umum bahwa jumlah lowongan kerja baru yang tersedia selalu lebih kecil jika dibandingkan dengan jumlah tenaga pencari kerja untuk setiap tahunnya, dan sayangnya keadaan ini masih belum terpecahkan dengan baik di Negeri kita ini. Berberapa pakar mengatakan, ideal-nya Indonesia seharusnya memiliki memiliki 5 persen tenaga kerja produktif yang berjiwa wirausaha, tapi kenyataannya hingga saat ini masih sekitar 1 persen bahkan mungkin kurang! Maka tak heran jika angka pengangguran masih tinggi di Indonesia (Hmm… mau gimana lagi rata-rata kebanyakan lulusan perguruan tinggi mencari kerja bukannya menciptakan lowongan kerja he4x…).
Nah, oleh karena itu tidak heran banyak pelamar melakukan berbagai cara untuk mendapatkan pekerjaan yang di-incarnya! Dari mulai cara-cara yang professional hingga cara instant atau curang. Langsung saja, berikut ini adalah beberapa tips dan point penting yang sebaiknya diperhatikan agar kita dalam melamar lowongan kerja dengan cerdas dan bukan hanya bekerja keras semata:
- Optimalkan nilai potensi spesial yang ada pada diri kita! Pada dasarnya hampir setiap perusahaan menginginkan agar dapat memiliki karyawan atau pekerja yang dapat diandalkan dan dapat berkontribusi membantu memecahkan persoalan yang dihadapi oleh perusahaan. Oleh karena itu sangat penting untuk memperhatikan potensi unik yang ada pada diri kita dan mungkin sangat jarang ditemukan pada pelamar lainnya. Cantumkan hal tersebut dalam CV yang kita buat atau jika memungkan cantumkan secara tersirat pada surat lamaran kerja. Pastikan sekali lagi potensi unik kita ini dilirik dan dipertimbangkan oleh perusahaan, salah satunya dengan mengungkapkannya pada saat sesi wawancara.
- Jika kita merasa masih gagal dalam mendapatkan pekerjaan yang kita incar, tidak ada salahnya melakukan analisis ulang secara menyeluruh. Temukan kekurangan tersebut dan sesegera mungkin lakukan recovery. Tidak ada salahnya melakukan sharing dengan rekan atau sahabat yang kita percaya. Yang terpenting pastikan semangat dan kepercayaan diri kita masih terjaga dengan baik, jangan malah sebaliknya!
- Sebisa mungkin bangunlah network kita dengan baik setiap harinya, usahakan terus adanya peningkatan! Dengan memiliki jaringan yang bagus maka peluang kita untuk mendapatkan pekerjaan yang ideal kita semakin terbuka lebar, karena faktanya jaringan yang kita bangun hampir selalu berbanding lurus dengan informasi yang kita peroleh. Atau secara gamblangnya, tidak ada salah SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) dengan setiap orang yang kita temui, seperti orang-orang yang berkecimpung dalam bisnis MLM tuch he4x…
- Perkecil saingan dan perbesar peluang! Maksudnya apa nih? Hal ini sebenarnya hampir sama dengan asumsi yang menganjurkan bahwa lamarlah jenis pekerjaan yang sesuai dengan bidang kita. Hindari sebisa mungkin melamar jenis pekerjaan yang menerima semua jenis jurusan.
- Gunakan strategi pencarian kerja! Hal ini berkaitan erat dengan kepribadian dari diri kita masing. Misal jika kita adalah tipe orang yang pendiam, maka sangat susah untuk mencari suatu informasi yang baru dari orang yang baru kita kenal. Oleh karena itu biasanya orang-orang seperti ini akan mengandalkan relasi teman lama atau keluarga atau sesuatu yang sifatnya service atau telah tersedia seperti job fair. Namun jika kita orangnya aktif, maka biasanya lebih supel dan mudah untuk mendapatkan informasi pekerjaan dari berbagai sumber.
- Explorasi terus sifat cerdas dan kreatif yang kita miliki dalam menemukan cara-cara baru yang inovatif untuk memperbesar peluang kita dalam menemukan lowongan kerja baru mendapatkannya. Contoh, manfaatkan kemajuan teknologi, misal dengan membuat blog pribadi yang professional di internet (seperti membuat blog pribadi dengan nama domain www.nama-anda.com). Contoh lainnya jika jaman tempoe dulu orang hanya mengandalkan CV dan surat lamaran kerja yang ditulis dengan sebaik mungkin dalam sebuah kertas, maka tidak ada salahnya jika kita membuat resume video, cantumkan dalam video tersebut portfolio, hal ini tentunya akan membuat resume kita lebih menarik.
Tags: lowongan kerja, melamar lowongan kerja
Posted in Kerja | No Comments »
Bagaimana Hasil Wawancara Kerja Anda?
Written by Mr. Endi on April 25, 2010 – 3:13 pm -Dalam berburu suatu lowongan kerja pada zaman sekarang ini memang bukanlah hal yang mudah. Ditambah lagi dengan terus menyusutnya angka jumlah lowongan kerja baru yang tersedia dibanding dengan jumlah pencari kerja atau pelamar yang terus membengkak tiap tahunnya.
Ada beberapa hal atau prosedure yang harus dilalui sebelum mendapatkan pekerjaan yang diinginkan yang mana diantaranya adalah mulai dari membuat atau menulis surat lamaran, resume & CV, melalui test tertulis, melakukan wawancara, dan lain-lain. Nah dalam artikel kali akan lebih dititik beratkan untuk membahas tentang tanda-tanda berhasil atau tidaknya dari wawancara kerja yang telah kita lakukan.
Ngomongin tentang tanda-tanda tersebut tentu terbagi dua dong… Yaitu tanda-tanda buruk dan tanda-tanda baik. Sebenarnya hal ini sifatnya hanya sementara atau relatif, untuk memastikannya tentu saja yang paling akurat dan tepat adalah dengan menunggu pengumuman dari perusahaan yang telah menyediakan lowongan kerja tempat dimana kita melamar tentunya.
Penilaian gagal atau berhasil-kah wawancara yang telah kita lakukan sebenarnya dapat dianalisis dari beberapa detik setelah kita melakukan wawancara kerja. Baik, langsung saja berikut ini adalah beberapa pertanda yang menandakan interview kerja kita berhasil:
- Suasana tidak terlalu tegang dan berlangsung tidak terlalu singkat (idealnya sih kira 30 menit).
- Lawan bicara kita aktif bertanya, hal ini menandakan bahwa mereka tertarik dengan diri kita.
- Ada pertanyaan tentang apakah kita telah siap bergabung dengan perusahaan atau tidak.
Dan sebaliknya pertanda wawancara kerja kita kurang berjalan lancar diantaranya adalah:
- Suasana agak tegang (tidak cair) yang dimana seakan-akan membuat diri kita tertekan setiap menjawab pertanyaan yang diajukan.
- Pada point nomor satu diatas terkadang membuat sesi durasi waktu interview berjalan relatif terlalu singkat sehingga mengakibatkan pihak peng-interview belum terlalu mengenal diri kita (tau sendiri kan pepatah lama “Tak kenal maka tak sayang, he4x”) sehingga akibatnya kemungkinan kita untuk lolos semakin kecil tentunya.
- Pihak lawan bicara kita terlihat kurang bersemangat (kurang aktif) ketika mengajukan pertanyaan, hal tersebut biasanya nampak jelas dari bahasa tubuh mereka.
Nah untuk memastikan bahwa wawancara kerja kita dapat berjalan dengan baik coba perhatikan point-point berikut ini yang mungkin dapat membantu:
- Usahakan untuk mengatur porsi pembicaraan, jangan biarkan kita telalu mendominasi pembicaraan (karena terlalu semangatnya) dan sebaliknya jangan pula biarkan pihak peng-interview yang mendominasinya. Sebuah pembicaraan yang baik tentu harus berjalan dengan seimbang antara ke dua belah pihak bukan…!
- Usahakan agar memberikan sikap yang menarik dan professional dengan penuh percaya diri (tapi jangan berlebihan yah…). Hal ini bertujuan untuk menarik lawan bicara kita agar antusias selama pembicaraan.
- Matikan atau non-aktifkan ponsel, jangan sampai ponsel kita berdering selama sesi wawancara.
- Selama sesi interview sebenarnya kita sudah bisa sedikit menilai dan mengenal atmosphere atau suasana lingkungan kerja perusahaan tersebut. Hal ini sangat berguna bagi kita mengukur apakah benar perusahaan tersebut cocok buat kita atau sebaliknya. Misal selama sesi interview ternyata pihak lawan bicara kita mengakat telepon atau posel-nya tanpa meminta izin kepada kita (walaupun status kita masih sebagai pelamar). Wah… walaupun sifatnya berupa kesalahan yang relatif kecil tapi hal ini susah cukup membuktikan bahwa diri kita kurang begitu dihargai, coba pikirkan lagi mengenai hal ini! Contoh lain yang lebih parah lagi misal kita didiamkan cukup lumayan lama tanpa diberi kejelasan informasi apapun, hmm… tentu Anda tidak mau bekerja di lingkungan kantor seperti ini bukan!
- Jangan lupa untuk menjaga tingkah laku untuk bersikap sopan dan professional pada setiap orang di perusahaan tersebut yang kita jumpai (mulai dari saat kita menginjakkan kaki di perusahaan tersebut hingga tahap wawancara dan keluar dari area perusahaan tersebut).
Tags: interview, wawancara kerja
Posted in Kerja | No Comments »



