2012 pengguna internet 50 juta
Written by Mr. Endi on February 16, 2009 – 7:21 am -Di Negara maju, kebutuhan pemakaian internet telah menjadi kebutuhan pokok atau primer di samping kebutuhan telekomunikasi yang lain seperti telephone, media cetak dll. Internet sudah menjadi pintu dunia yang sangat luas peranannya dalam berbagai aspek kehidupan termasuk kontribusinya dalam menciptakan sebuah lowongan kerja baik real maupun maya (non-real). Sampai suatu ketika pernah terdengar celoteh yang sangat usil dimana berbunyi, “Barang siapa yang mampu memanfaatkan internet dengan optimal dan dapat menguasainya, kemungkinan untuk sukses lebih besar”. Salah satunya tentunya anda pernah dengar tentang proyek mega raksasa Amerika Serikat yang notabene berkeinginan besar untuk menguasai dan meng-hack jaringan internet di seluruh dunia demi kepentingan politik, ekonomi, keamanan dll. Salah satu bukti nyatanya adalah dengan ambisi AS untuk meng-hack atau menyadap semua email yang ada di Negara paman sam tersebut.
Berlatar belakang pentingnya sarana internet sebagai penunjang sendi kehidupan dunia moderen, sudah saatnya pemerintah memikirkan bagaimana agar teknologi ini dapat dinikmati khalayak ramai dengan harga yang terjangkau.Jika prasarana dan sarana kerja internet sudah memadai dan telah mencapai hampir 100% pelosok tanah air, maka hal ini dapat memperkuat kesatuan sebagai satu bangsa. Selain itu mobilitas ekonomi dapat menyebar lebih merata, karena informasi yang di sebarkannya-pun juga dapat di nikmati dan di cari oleh masyarakat pedesaan. Berlatar belakang hal itu semua pemerintah menargetkan penetrasi internet berkecepatan tinggi (broadband) di Indonesia mencapai 20 persen pada 2012. Sebenarnya target ini masih sangat jauh dari harapan kita semua, yaitu yang mengharapkan agar fasilitas internet dapat di nikmati oleh semua masyarakat Indonesia sebesar 100%. Namun melihat realita di lapangan dan besarnya dana investasi yang harus di kucurkan dalam teknologi ini, target dengan angka 20% tidaklah terlalu buruk dan patut di dukung. Angka 20% di sini diharapkan tidk hanya sebagai angka fiktif! Dalam arti lain 20% tidak hanya mencakup pengguna atau pemakai bukan langganan (tidak tetap), tetapi melainkan diharapkan angka 20% tersebut adalah sekitar 50 juta pelanggan, baik perorangan maupun instansi, dapat memanfaatkan konektivitas internet berkecepatan tinggi.
Target dengan pertumbuhan pemakai interknet(bukan fiktif) sebesar 50 juta pelanggan, bukanlah angka yang kecil dan sesuatu yang mudah. Hal ini tentunya bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, semua aspek kehidupan masyarakat yang berhubungan dengan bidang ini hendaknya saling membantu, merapatkan barisan dan bersatu untuk kepentingan bersama dan mencapai tujuan mulia tersebut. Jika target tesebut di implementasikan dua tahun ke depan dari target yang di tetapkan dalam arti target yang di bebankan pada tahun 2014, secara statistic sangat di harapkan agar jumlah pemakai langganan internet di indonesaia akan mencapai 150 juta orang pelanggan. Hal itu di ungkapkan oleh Suhono H Supangkat, Staf Ahli Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika. Dalam mengimplementasikan pekerjaan tujuan mulia tersebut, pemerintah telah bekerja sama dengan bidang terkait baik luar maupun dalam negeri, diantaranya yaitu yang menjadi salah satu tujuan utama kerja sama Investor Group Against Digital Divide (IGADD) dengan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo). Group Against Digital Divide (IGADD), telah memilih Indonesia sebagai target untuk menurukan kesenjangan teknologi yang di nilai di dunia termasuk dalam kategori Negara yang memiliki teknologi dengan kesenjangan (sangat timpang) antara satu tempat dengan tempat lain. Kebanyakan tempat dengan teknologi yang masih sangat kuno di era moderen ini banyak di temui di daerah luar Jawa, termasuk dalam pemanfaatan akses internet yang masih rendah karena fasilitas yang sangat kurang memadai dan kalau-pun ada harganya masaih sangat mahal dan tidak terjangkau untuk masyarkat pada umumnya.
Group Against Digital Divide (IGADD) sendiri telah bekerja sama dengan pihak terkait di dalam negeri di antaranya telah menjalin sebuah koalisi akademis, pemerintahan, dan institusi bisnis yang bersekretariat di The Habibie Center. Secara garis besar sebenarnya Organisasi yang didirikan Universitas Harvard dan MIT itu akan berperan aktif untuk mendukung pencapaian tersebut melalui The Habibie Center (THC).Kerjasama ini telah di tandatangani antara ke dua belah pihak (ternasuk pemerintah Indonesia) pada bulan Fbruari 2008 kemaren.Adapau secara lebih detail, kerjasama tersebut akan meliputi riset, seminar, dan penulisan laporan yang mempertimbangkan inovasi teknologi, finansial, dan kebijakan public yang tentunya sangat di harapkan dapat menarik investor untuk menanamkan modalnya pada proyek dan pekerjaan yang menjanjikan ini.
Posted in Berita | No Comments »
Leave a Comment
Artikel Menarik Lainnya: tarif internet esia, strategi pemasaran yang baik, penempatan produk, perkembangan komputer, paket internetan dengan ceria, internet murah dangan esia, cara memulai usaha wirausaha, tarif internetan, aplikasi cahaya tampak, sejarah komputer
